Kemana arah hati melangkah,.. kata-kata pun terangkai penuh makna.. Memang hati adalah rahasia,.. tapi tak ada salahnya terangkum di sini.. :LANGKAH HATI..
Rabu, 13 Juli 2011
Selasa, 12 Juli 2011
rindu biru..
ini tentang sepi..
rajutan yang tak bertepi..
hanya bayang bayang
hanya angan angan..
hanya rindu yang membiru,..
dan tanya "mengapa" yang bergema..
adakah juga di dirimu?
yang tak tersentuh, tak tergapai, tak termiliki..
tampak walau terpejam
hadir walau selintas membekas...
: membingkai senyummu di setiap detik nafasku..
rajutan yang tak bertepi..
hanya bayang bayang
hanya angan angan..
hanya rindu yang membiru,..
dan tanya "mengapa" yang bergema..
adakah juga di dirimu?
yang tak tersentuh, tak tergapai, tak termiliki..
tampak walau terpejam
hadir walau selintas membekas...
: membingkai senyummu di setiap detik nafasku..
Selasa, 05 Juli 2011
Minggu, 26 Juni 2011
LAUT 2...
Boleh aku menggandeng tanganmu?
Dan kita akan bersama menghitung pasir-pasir
untuk menetapkan kehadiran kita
Air buih yang basah
menurut ombak di laut
Ayo kita berlarian di pantai
menimba kata
membuang sepi
Alangkah mesranya
Membaca cakrawala berdua
Kukibaskan rambutku
menawarkan gejolak yang beriak..
Ayo kita terus berlari..
sampai ke tebing..
Dan kita akan bersama menghitung pasir-pasir
untuk menetapkan kehadiran kita
Air buih yang basah
menurut ombak di laut
Ayo kita berlarian di pantai
menimba kata
membuang sepi
Alangkah mesranya
Membaca cakrawala berdua
Kukibaskan rambutku
menawarkan gejolak yang beriak..
Ayo kita terus berlari..
sampai ke tebing..
Sabtu, 25 Juni 2011
Hari ini, kurangkum cintamu di kuntum melati....
Runtuh satu-satu menimpa senja
Sedang pucuknya bergoyang menatap pertemuan yang memang harus
Kunikmati citramu dalam keceriaan yang mendewasa
Senyum, tawa kecil, dan tajamnya sorot mata
Ah, temaram senja adalah milik kita semuanya ini
Dalam sajian segala macam rasa dan aroma cita cipta
Dalam gemuruhnya acara menilai segi-segi kemanusiaan
Mau apa lagi? Kalau rindu pergi, rindu datang, dan rindu tetap..
Wajah itu, wajah itu tertumpu pada hati yang kemarin
Kemarin saat kujabat jemarimu dengan hangat
Kemarin saat mimpi kurangkum kau di selimut sutra
Ah, bintang , langit dan mendung semburat melegam
Bukan hanya sekedar malam yang tanpa nada, dan sumbang
Tapi kerinduan yang tak terobati sebelum kuserap seluruh jiwamu..
Rinduku, rinduku sendiri padamu..
Kepadamu, yang hari ini kusapa berkali dalam tirai celah kesempatan paling mesra
Kunyanyikan senada lagu syahdu malam paling elegant
Dan saat kutatap matamu
Kau berkata dalam kedip alismu “but you were made for me to love”
Demikianlah adanya, sayang
Kukecup senyumanmu, dan langitpun menggelar awan yang berarak
Dalam semburat merahmu, merah saga
Kurenungi arah mana rona hati menyelusupi kenyataan
Yaitu bahwa aku mengakui kehadiranmu bukanlah semata untukku
Dan akupun tahu bahwa cinta bukan berarti harus memiliki,
Daun cemara, langit, air yang mengalir di bawahnya yang telah bertahun-tahun akrab, merupakan diorama yang lebih indah..
Bahkan tatapan matamu, senyummu, ceriamu, ceriaku
Adalah wujud lahir yang menghentakkan muncul rinduku
Rinduku padamu dalam wajah yang harus kukagumi
Hari ini.
Kurangkum cintamu di kuntum melati
Saat kau berbisik lirih “but you were made for me to love”
Dan aku terpaksa pasrah pada kenyataan “don’t forget to remember”
Memang, sayang
Cinta bukanlah harus memiliki
Senin, 13 Juni 2011
c.i.n.t.a.
ketika reda berubah bergemuruh,
tenang pun jadi deburan
sepi penuh gaduh..
denyut jantung berdetak kencang...
Cinta itu adalah rasa,
dari biasa menjadi tak biasa...
Langganan:
Postingan (Atom)

